Cerita Kami tentang Elena

Tahun 2014 adalah titik terendah dalam hidup saya. Waktu itu saya baru pindah ke Jakarta, dan kondisi keuangan keluarga kami benar-benar hancur lebur. Saya memiliki gaji lumayan sebenarnya, namun waktu itu saya punya cicilan mobil, LDR Cikampek-Jakarta, saya ngekos di Jakarta, Istri saya dan elka ngontrak rumah di Cikampek karena istri saya kerja di Cikampek. Tabungan saya sudah habis untuk biaya persalinan Istri saya, aqiqah, dan memenuhi kebutuhan awal-awal punya bayi. Bahkan saya sampai menjual komputer dan smartphone android saya untuk memenuhi kebutuhan.

Saya ingat betul perasaan panik ketika harus dinas ke luar kota tapi tidak punya uang untuk beli tiket. Kantor tempat saya bekerja tidak memberikan uang muka untuk perjalanan dinas, semuanya harus kita talangi dulu, baru diganti setelah selesai.

Beruntung saya punya teman yang luar biasa baik. Dia bersedia menanggung semua pengeluaran saya selama dinas, dan saya baru mengembalikannya setelah uang perjalanan dinas dari kantor cair. Sejak saat itu, saya berjanji pada diri sendiri: kalau suatu hari nanti saya sudah punya uang, saya juga akan melakukan hal yang sama untuk orang lain yang membutuhkan.

Dear elena..

Perkenalkan, namanya elena. Ia adalah anak ketiga kami. Ia tidak dilahirkan, tapi dibangun dari tekad dan harapan. Nama lengkapnya: elena enterprise.

Setelah beberapa tahun hidup tanpa usaha sampingan, akhirnya pada pertengahan tahun 2015 saya mendaftar sebagai agen tiket di id.via.com. Modal saya hanya satu juta rupiah saja. Modal yang sangat kecil untuk berjualan tiket, tapi saya punya satu komitmen yang kuat: elena harus diperlakukan sebagai entitas terpisah. Saya membangun elena sebagai balas dendam atas apa yang saya alami tahun 2014. Saya tak ingin kejadian 2014 terulang lagi.

Saya memutuskan menggunakan aplikasi GnuCash untuk mencatat setiap transaksi usaha saya. Keputusan ini lahir dari pengalaman saya berdagang sejak 2009 yang tidak pernah mencatat keuangan dengan benar. Akibatnya? Uang pribadi dan uang dagangan campur aduk, habis semua, dan akhirnya bangkrut. Kali ini saya tidak mau mengulang kesalahan yang sama.

Palugada

Apakah saya hanya jualan tiket? Tentu tidak. elena adalah bisnis palugada —apa lu butuh gua ada. Ada yang perlu dibuatin blog? Saya bikinin. Ada laptop error? Saya benerin. Butuh barang tertentu? Saya cariin. Semua pendapatan dari berbagai pekerjaan itu saya catat sebagai pendapatan elena.

Tujuan saya waktu itu sederhana: tambah modal sebanyak-banyaknya. Saya sudah menetapkan modal awal elena hanya satu juta rupiah. Kalau elena butuh dana tambahan, itu dicatat sebagai utang, bukan tambahan modal. elena punya kewajiban untuk mengembalikan utang itu suatu hari nanti.

Tahun demi tahun saya jalani dengan bahagia. Klien bertambah banyak, omset naik, dan komisi pun mengalir.

Pandemi

Ketika pandemi datang, omset elena hancur lebur. Tapi saya tetap optimis bahwa suatu hari nanti semua akan pulih. Sebagai bakul tiket, benar-benar tidak ada yang bisa saya lakukan untuk mendongkrak penjualan tiket.

Alhamdulillah, tahun 2022 saya mendapat klien yang memberikan omset lumayan. Sayangnya, ada satu masalah besar: peningkatan omset tidak sebanding dengan komisi yang saya terima. Setelah pandemi, komisi untuk bakul tiket seperti saya tidak sebesar dulu. Artinya, untuk mendapat keuntungan yang sama, saya harus mengejar omset yang jauh lebih tinggi.

Tahun 2022-2023, omset memang sudah pulih, tapi profit tidak. Akhirnya pada tahun 2024, saya memutuskan untuk memutus kontrak dengan beberapa klien. Dampaknya? Omset penjualan tiket turun drastis.

Sebenarnya tidak ada masalah di antara kami. Tapi saya saja yang sudah tidak sanggup melayani permintaan yang kadang datang tidak kenal waktu. Demi hidup yang lebih tenang, saya memilih mundur. Saya merasa effort yang saya keluarkan tidak sepadan dengan komisi yang saya dapat.

Kelas Excel

Sejak saat itu saya mulai memikirkan cara untuk mendapat tambahan pendapatan selain jualan tiket. Bulan September 2024, secara spontan ketika sedang menunggu anak les, saya terpikir untuk membuka kelas Excel.

Alhamdulillah, kelas yang saya buka laku. Hingga akhir 2024, saya telah memiliki beberapa peserta. Fokus saya di tahun 2024 adalah kelas privat, one-on-one, satu mentor satu peserta. Saya buat paket 4 kali pertemuan, mulai dari pengenalan Excel sampai pivot table.

Secara finansial, saya tidak menargetkan jumlah tertentu. Kelas Excel di tahun 2024 saya gunakan untuk memetakan kebutuhan pasar. Saya ingin tetap relevan dengan kebutuhan klien.

Tahun 2025 saya coba hal baru. Selain mengajar Excel, saya juga mulai menerima project untuk membuat sistem di Excel, dan membuka kelas dengan peserta yang lebih banyak—tidak lagi one-on-one.

Saya sangat antusias mengerjakan project dari klien. Selain keuntungan finansial, saya juga mendapat ilmu dan pengalaman yang sangat berharga. Bahkan, sesuatu yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya terjadi: saya bisa membuat add-ins Excel—meskipun dengan bantuan AI.

Kelas Excel yang semula one-on-one kini berkembang jadi training Excel untuk perkantoran. Pengalaman paling berkesan adalah ketika saya bisa memberikan training untuk sebuah lembaga keuangan. Dari situ saya jadi lebih paham kebutuhan olah data untuk dunia perkantoran. Pengalaman ini menjadi bekal berharga untuk menyusun materi yang lebih relevan dengan dunia kerja ke depannya.

Saya tetap konsisten mencatat semua pendapatan dari project dan kelas Excel sebagai pendapatan elena. Saya hanya ambil sebagian kecil sebagai honor. Tujuan saya masih sama: memperkuat modal elena. Keyakinan saya sederhana—kalau elena punya modal yang cukup kuat, akan lebih mudah untuk masuk ke bisnis baru atau mengembangkan bisnis yang sudah ada.

Untuk penjualan tiket, saya sekarang tinggal pegang beberapa klien di Jakarta. Mereka adalah teman lama saya. Rasanya tidak mungkin saya tidak membantu mereka, meskipun komisi di tahun 2026 ini semakin tipis. Tujuan awal saya mendirikan elena memang untuk membantu orang lain—jadi kalau teman butuh bantuan, tentu akan saya bantu semampu saya.

Rasionalisasi

Pada prinsipnya, ada dua cara untuk meningkatkan net profit: pertama, meningkatkan pendapatan; kedua, mengurangi pengeluaran atau efisiensi. Di tahun 2026 ini, saya akan lakukan keduanya.

Saya terus belajar agar punya pengetahuan dan wawasan yang luas supaya elena bisa berkembang. Di sisi lain, saya juga akan memangkas pengeluaran yang tidak memberikan keuntungan pada elena. Salah satunya adalah biaya operasional blog.

Sebelum saya jualan tiket, saya mendapat penghasilan tambahan dari blog. Ketika elena berdiri, biaya operasional blog saya bebankan ke elena, dengan harapan kelak bisa memperoleh pendapatan lagi dari ngeblog. Nyatanya, mendapatkan uang dari blog berbahasa Indonesia semakin sulit. Bahkan dengan visitor ribuan pun, hasilnya tetap tidak sebanding dengan effort dan biaya yang dikeluarkan.

Maka dengan penuh kesadaran, di tahun 2026 ini saya akan menutup 2 blog saya: kantorkita.net yang sudah berjalan sejak 2012, dan wahidhasan.com yang sudah berjalan sejak 2011.

Keputusan ini tidak mudah. Dua blog itu sudah seperti bagian dari hidup saya selama lebih dari 10 tahun terakhir. Tapi dalam berbisnis, kita harus rasional. Secinta-cintanya kita dengan sesuatu, kalau ternyata tidak bisa dikembangkan lagi bahkan malah merugikan, lebih baik dilepaskan.

Konten dari kedua blog itu akan saya pindahkan ke blogger.com. Platform blog gratisan dari Google. Setelah ini, menulis di blog akan jadi cara saya bercerita dan sharing saja, tanpa monetisasi. Mungkin malah bisa jadi metode stress release ketika pikiran lagi penat.

Dengan menutup kedua blog, saya bisa hemat biaya server dan domain. Dengan sumber daya yang terbatas, rasanya lebih baik fokus pada usaha yang bisa kita maksimalkan hasilnya.

Saat ini saya tidak menargetkan keuntungan dalam jumlah tertentu. Malah kadang saya lebih bersyukur ketika pekerjaan sampingan ini memberikan tambahan pengalaman, ilmu, dan networking dibanding sekadar nominal keuntungan.

Tahun 2026 ini elena berumur 11 tahun. Dalam perjalanan yang cukup panjang ini, elena mengajari saya banyak hal: tentang konsistensi, tentang keberanian mengambil keputusan, tentang adaptasi, dan yang paling penting—tentang membantu orang lain.

Semoga usaha ini bisa terus berkembang, selalu adaptif terhadap perkembangan zaman, dan tetap menemani keluarga kami selamanya.

Tags:
3/related/default